Contact Us WA Support

7 Contoh Email Follow Up Penawaran yang Bikin Pelanggan Balas Cepat!

Ahmad Syafaat

Contoh Email Follow Up Penawaran
Contoh Email Follow Up Penawaran

Pernah nggak sih kamu kirim penawaran ke calon pelanggan tapi ujung-ujungnya cuma dibaca tanpa respon? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget orang yang ngalamin hal sama! Nah, di sinilah pentingnya tahu contoh email follow up penawaran yang bisa bikin penerimanya nggak cuma baca, tapi juga langsung ngebalas atau bahkan deal.

Dalam dunia bisnis, follow up itu bukan sekadar mengingatkan, tapi juga cara buat membangun hubungan dan menunjukkan profesionalisme. Tapi tentu aja, semuanya harus dikemas dengan cara yang menarik, sopan, dan terasa manusiawi. Yuk, simak deretan contoh email follow up penawaran yang bisa kamu tiru, biar penawaranmu nggak lagi tenggelam di inbox pelanggan!

MAILKETING

1. Email Follow Up Penawaran yang Simpel tapi Berisi

Salah satu cara paling aman buat memulai follow up adalah dengan gaya yang ringan tapi tetap sopan. Email ini cocok buat kamu yang baru aja kirim penawaran minggu lalu, tapi belum juga dapat kabar.

Contohnya begini:

“Halo, (nama pelanggan)

Kami ingin menindaklanjuti penawaran yang telah kami kirim minggu lalu. Kalau kamu ada pertanyaan seputar produk atau harga, kami dengan senang hati siap menjawabnya.

Kami juga bisa kasih tambahan informasi lebih detail yang mungkin bisa bantu kamu buat ambil keputusan. Jangan ragu buat balas email ini, ya!

Salam hangat,

(Namamu)”

Email singkat kayak gini biasanya cukup ampuh karena nggak bertele-tele. Di sinilah nilai contoh email follow up penawaran yang efektif: to the point, tapi tetap hangat dan sopan.

2. Follow Up Setelah Kirim Brosur atau Quotation

Kalau kamu sudah kirimkan brosur atau quotation ke calon pelanggan tapi belum juga dapet respon, jangan langsung menyerah. Bisa jadi mereka sibuk, atau belum sempat baca. Nah, kamu bisa kirim email lanjutan yang nada-nadanya tetap ramah tapi jelas maksudnya.

Kira-kira seperti ini:

“Hi (nama pelanggan),

Kami ingin menindaklanjuti quotation yang sudah kami kirim minggu lalu. Apakah kamu sudah sempat meninjaunya?

Kalau ada hal yang ingin kamu tanyakan soal produk atau metode pembayarannya, kamu bisa langsung hubungi kami lewat email ini. Kami dengan senang hati bantu kamu untuk menjelaskan detailnya.

Kami tunggu kabar baik darimu!

Salam,
(Namamu)”

Email jenis ini memperlihatkan bahwa kamu peduli dan serius terhadap pelangganmu. Dan lagi, isi dari contoh email follow up penawaran semacam ini bisa meningkatkan peluang pelanggan untuk membaca kembali penawaran sebelumnya.

Contoh Email Follow Up Penawaran

3. Contoh Email Follow Up Setelah Meeting Pertama

Kamu udah meeting sama calon klien tapi belum ada tindak lanjut? Jangan diam aja! Kirim email follow up untuk menjaga komunikasi tetap hidup. Tapi, pastikan bahasanya nggak kaku, buat senatural mungkin. 

Contoh isi emailnya:

“Halo (nama pelanggan),

Senang banget bisa ketemu kamu dan ngobrol tentang rencana kerja sama kemarin. Aku jadi makin ngerti apa yang kamu butuhin.

Kalau kamu udah mikir-mikir soal langkah selanjutnya, boleh banget kabarin aku. Aku siap bantu menyesuaikan penawaran yang paling cocok buat kamu.

Terima kasih udah nyempetin waktu, ya!

(Namamu)”

Email seperti ini menciptakan kesan personal dan profesional di waktu yang bersamaan. Dan yang terpenting, contoh email follow up penawaran semacam ini bisa memperkuat koneksi dengan calon klien.

Baca Juga : Template PPT Laporan PKL SMK

4. Follow Up untuk Pelanggan yang Belum Merespon

Pernah ngalamin pelanggan yang hilang tanpa kabar setelah kamu kirim email? Wajar banget. Tapi jangan buru-buru menyerah. Kadang, mereka cuma butuh sedikit sentuhan personal supaya tertarik buat balas.

Contoh emailnya begini:

“Selamat pagi (nama pelanggan),

Apa kabar? Kami ingin tahu apakah kamu sudah sempat membaca email penawaran yang kami kirim sebelumnya.

Kalau ada kendala atau pertanyaan, jangan sungkan buat kasih tahu kami. Kami siap bantu kamu cari solusi terbaik biar semuanya lebih mudah.

Kami tunggu balasanmu, ya.

Salam hangat,

(Namamu)”

Pendekatan yang ramah dan ringan kayak gini bikin penerima ngerasa diperhatikan, bukan ditekan. Nah, di sinilah fungsi utama contoh email follow up penawaran, menjaga komunikasi tetap hidup tanpa terkesan memaksa.

TOOLS EMAIL MARKETING TERBAIK

5. Email Follow Up Setelah Kirim Penawaran Harga

Kalau kamu udah kirimkan penawaran harga tapi pelanggan belum juga kasih respon, kamu bisa kirim email yang sedikit lebih serius tapi tetap sopan. Gunanya buat memastikan apakah mereka masih tertarik atau enggak.

Contohnya:

“Halo (nama pelanggan),

Kami ingin memastikan apakah kamu sudah menerima penawaran harga yang kami kirim minggu lalu.

Kalau masih butuh waktu buat mempertimbangkan, nggak masalah. Tapi kalau ada hal yang ingin kamu diskusikan atau negosiasikan, kami terbuka banget buat ngobrol.

Kami ingin bantu kamu dapat solusi terbaik sesuai kebutuhan dan budget.

Terima kasih,

(Namamu)”

Jenis contoh email follow up penawaran kayak gini membantu kamu tetap terlihat profesional sekaligus fleksibel. Pelanggan akan ngerasa dihargai karena kamu nggak langsung menuntut keputusan, tapi justru menawarkan bantuan.

6. Follow Up Singkat yang Efektif

Kadang, nggak semua orang punya waktu buat baca email panjang. Nah, dalam kasus kayak gini, strategi terbaik adalah bikin follow up yang singkat tapi tetap ngena.

Contohnya:

“Halo (nama pelanggan),

Aku cuma mau memastikan kamu udah sempat lihat penawaran dari kami. Kalau ada waktu sebentar, boleh banget kita ngobrol bentar buat bahasnya lebih lanjut.

Terima kasih sebelumnya ya!

(Namamu)”

Gaya bahasa yang ringan dan sopan kayak gini bisa banget bikin pelanggan ngerasa nyaman. Kamu juga terlihat aktif tanpa terlalu mendesak.

7. Follow Up Setelah Email Pertama Nggak Dibalas

Kalau email pertamamu belum juga dibalas, nggak apa-apa! Kadang, pelanggan cuma butuh sedikit dorongan kecil biar tertarik lagi. Tapi, jangan kirim email yang sama persis, ubah pendekatan biar lebih personal dan hangat.

Contohnya:

“Halo (nama pelanggan),

Aku sadar mungkin kamu sibuk banget akhir-akhir ini. Tapi aku cuma mau tahu, apakah penawaran yang aku kirim sebelumnya masih relevan buat kamu?

Kalau iya, aku bisa bantu menyesuaikan detailnya biar lebih sesuai kebutuhanmu. Tapi kalau belum, nggak apa-apa banget — aku tetap senang bisa berbagi informasi kemarin.

Semoga harimu menyenangkan!

(Namamu)”

Email seperti ini menunjukkan empati dan pengertian. Itulah kenapa contoh email follow up penawaran dengan gaya seperti ini sering kali berhasil menarik perhatian pelanggan yang tadinya diam aja.

MAILKETING

Saatnya Kamu Coba Contoh Email Follow Up Penawaran Ini!

Dari semua contoh di atas, bisa dibilang kunci sukses follow up itu ada pada tone yang kamu pakai. Jangan kaku, jangan juga terlalu formal. Cukup hangat, sopan, dan jelas maksudnya. Ingat, tujuan utama contoh email follow up penawaran bukan buat maksa pelanggan supaya beli, tapi buat menjaga komunikasi tetap terbuka dan profesional.

Jadi, pastikan setiap kalimat kamu tulis dengan niat membantu, bukan sekadar mengejar closing. Kalau kamu bisa menerapkan gaya follow up yang tepat, bukan cuma respon positif yang kamu dapat, tapi juga kepercayaan jangka panjang dari pelanggan. Jadi, siap kirim email follow up penawaran pertamamu hari ini? 

Bagikan:

Related Post

Diskon hingga 75% hanya hari ini!

Kuasai hardskill, softskill di era canggih sekarang ini dan dapatkan bimbingan karier terlengkap untuk menjadi talenta digital yang siap kerja.

Lihat Katalog Sekarang