Pernah nggak sih kamu udah capek-capek promosiin produk, tapi pas udah kirim penawaran malah ghosting? Nggak ada kabar, nggak dibales, dan ujung-ujungnya batal beli? Nah, di sinilah pentingnya tulisan follow up yang bisa bikin prospek kamu balik lagi dan akhirnya closing! Tulisan follow up bukan cuma sekadar ngingetin customer, tapi juga seni buat bikin mereka tetap tertarik dan percaya sama kamu.
Tulisan follow up yang bagus bisa jadi senjata rahasia buat naikin penjualan. Nggak cuma bikin kamu terlihat profesional, tapi juga bisa membangun hubungan yang lebih akrab dengan calon pembeli. Yuk, kita bahas tuntas gimana cara bikin tulisan follow up yang bikin orang nggak tahan buat nolak tawaran kamu!
Kenapa Tulisan Follow Up Itu Penting Banget Buat Penjualan
Sebelum ngomongin caranya, kamu perlu tahu dulu kenapa tulisan follow up itu penting banget. Bayangin deh, kamu udah dapet prospek dari event, iklan, atau sosmed, tapi nggak kamu tindaklanjuti. Itu sama aja kayak nyia-nyiain peluang emas.
Tulisan follow up bisa jadi pengingat sopan yang tetap menjaga hubungan baik tanpa terkesan maksa. Kadang orang belum beli bukan karena nggak mau, tapi karena lupa, ragu, atau lagi nunggu waktu yang tepat. Nah, tugas tulisan follow up adalah bikin mereka balik mikir, “Eh iya, produk ini bagus juga, ya!”
Selain itu, tulisan follow up juga ngebantu kamu buat nunjukin keseriusan dan profesionalitas. Kalau kamu bisa ngasih respon cepat, teratur, dan sopan, pelanggan bakal ngerasa dihargai. Dari situ, peluang buat closing jadi makin besar.
Tips Bikin Tulisan Follow Up yang Efektif dan Nggak Kaku
Sekarang kita masuk ke bagian paling penting! Bikin tulisan follow up itu sebenarnya gampang-gampang susah. Kalau terlalu formal, bisa jadi membosankan. Tapi kalau terlalu santai, bisa terkesan nggak profesional. Nah, kuncinya adalah balance. Berikut tips-tipsnya:
1. Gunakan Nada yang Ramah tapi Tetap Tegas
Tulisan follow up yang baik itu harus terasa hangat. Hindari kalimat yang terkesan maksa seperti, “Kenapa belum bayar, nih?” Lebih baik kamu pakai kalimat yang lembut tapi tetap mendorong, misalnya:
“Halo Kak! Mau ngingetin aja nih kalau promo diskon 20%-nya masih berlaku sampai malam ini. Sayang banget kalau kelewat, lho!”
Kalimat seperti ini terdengar akrab tapi tetap mengarah ke tujuan utama: mendorong keputusan pembelian.
2. Kirim di Waktu yang Tepat
Percaya nggak, waktu pengiriman pesan bisa ngaruh banget ke hasil follow up? Idealnya, jeda follow up antara 2 sampai 7 hari tergantung konteks. Kalau kebanyakan, pelanggan bisa lupa. Tapi kalau terlalu sering, bisa bikin mereka ilfeel.
3. Fokus pada Satu Call to Action
Tulisan follow up yang baik jangan bertele-tele. Kamu harus tahu tujuan kamu menulis itu buat apa: mau konfirmasi pembayaran, ngajak meeting, atau sekadar ngingetin promo. Cukup satu CTA biar pesannya jelas dan nggak bikin bingung.
Contoh Tulisan Follow Up yang Bisa Langsung Kamu Coba
Nah, biar kamu nggak bingung nulisnya, ini ada beberapa contoh tulisan follow up yang bisa kamu pakai sesuai situasi. Tinggal ubah dikit biar cocok sama bisnis kamu.
- Follow Up Konfirmasi Pembelian
“Halo Kak, makasih udah tertarik sama produk kita! Mau konfirmasi aja, apakah jadi lanjut pesannya hari ini? Soalnya stoknya tinggal sedikit banget nih, sayang banget kalau kehabisan.”
- Follow Up Pengingat Batas Waktu Promo
“Hi Kak! Cuma mau ngingetin, promo 15% buat produk skincare favorit kamu bakal berakhir malam ini jam 23:59. Yuk buruan checkout sebelum kehabisan, karena stok lagi banyak yang nyari banget!”
- Follow Up Keranjang Belanja yang Belum Selesai
“Eh Kak, kita liat kamu masih punya produk di keranjang nih. Takutnya nanti sold out, lho! Yuk lanjut belanja sebelum stoknya habis. Klik aja link ini biar langsung ke halaman pembayaran.”
- Follow Up Setelah Pembelian
“Terima kasih udah belanja di toko kami, Kak! Semoga produknya cocok, ya. Kalau ada kendala atau mau order lagi, tinggal hubungi aja, nanti kita bantuin dengan senang hati.”
Tulisan kayak gini sederhana tapi punya efek besar karena terasa personal dan sopan.

Strategi Rahasia Biar Tulisan Follow Up Kamu Nggak Dingin-Dingin Aja
Banyak yang gagal di tahap ini karena cuma kirim pesan biasa tanpa sentuhan emosional. Padahal, tulisan follow up yang bagus harus punya vibe yang hangat, seolah kamu beneran peduli sama pelanggan. Nah, biar berkesan coba strategi tulisan follow up yang kece di bawah ini:
1. Personalisasi Pesan
Jangan kirim pesan massal yang sama ke semua orang. Gunakan nama pelanggan dan sesuaikan dengan produk yang mereka minati. Contohnya:
“Halo Dinda, gimana? Masih tertarik sama tas kulit premium yang kemarin kamu liat? Sekarang lagi ada promo spesial buat pelanggan baru, lho.”
Dengan sedikit personalisasi, pesan kamu jadi terasa lebih hidup dan nggak seperti spam.
2. Tambahkan Nilai Tambah
Daripada cuma ngingetin buat beli, coba tambahin info yang bermanfaat. Misalnya tips perawatan produk, panduan pemakaian, atau bonus menarik kalau mereka beli hari ini. Contohnya:
“Biar makin awet, sepatu kulit ini sebaiknya jangan sering kena air, ya Kak. Nah, mumpung lagi promo, kamu juga bisa dapet bonus semir kulit premium gratis kalau checkout sekarang!”
3. Ciptakan Urgensi
Orang lebih mudah bertindak kalau ada rasa takut kehilangan kesempatan (fear of missing out). Jadi kamu bisa sisipkan kalimat seperti:
“Promo cuma sampai malam ini!” atau “Stok tinggal 3 lagi!”
Tapi pastikan tetap jujur, ya. Jangan buat urgensi palsu yang malah bikin pelanggan kehilangan kepercayaan.
Baca Juga : Template PPT Laporan PKL SMK
Kesalahan yang Sering Dilakuin Saat Nulis Tulisan Follow Up
Meskipun keliatan sepele, banyak yang gagal gara-gara salah strategi dalam bikin tulisan follow up. Yuk, hindari beberapa kesalahan ini biar pesanmu makin efektif!
- Terlalu Sering Follow Up
Kalau kamu ngechat terus tiap hari, pelanggan bisa merasa terganggu. Batas idealnya cukup dua atau tiga kali follow up dalam seminggu, tergantung respons mereka.
- Nggak Punya Tujuan Jelas
Jangan kirim pesan tanpa arah. Sebelum nulis, tanya dulu ke diri kamu, “Aku mau mereka ngapain setelah baca pesan ini?” Kalau tujuannya aja nggak jelas, pesan kamu bakal tenggelam.
- Bahasa yang Kaku atau Terlalu Formal
Ingat, tulisan follow up bukan surat resmi. Gunakan bahasa yang ringan dan sopan, tapi tetap profesional. Hindari kata-kata yang terlalu teknis atau berbelit.
- Nggak Ada Penutup yang Kuat
Setiap tulisan follow up harus punya kalimat penutup yang bikin pelanggan mau ambil tindakan. Misalnya:
“Kalau Kakak mau dapetin promo ini, tinggal klik link ini aja ya sebelum jam 10 malam nanti!”
Kalimat sederhana tapi jelas seperti itu bisa jadi pendorong kuat buat mereka bertindak.
Saatnya Kamu Tulis Follow Up yang Bikin Customer Nggak Bisa Nolak
Nah, sekarang kamu udah tahu kan gimana pentingnya tulisan follow up buat naikin peluang closing? Kuncinya cuma satu: tulis dengan hati, bukan cuma buat jualan. Pahami kebutuhan calon pelangganmu, kirim pesan dengan waktu yang pas, dan berikan nilai tambah di setiap follow up.
Tulisan follow up yang efektif bukan cuma sekadar ngingetin orang buat beli, tapi juga membangun hubungan yang saling percaya. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa bikin pelanggan bukan cuma beli sekali, tapi terus balik lagi karena merasa diperhatikan. Jadi, jangan anggap remeh tulisan follow up, karena dari sanalah awal semua penjualan besar bisa terjadi!












