Pernah nggak sih kamu chat customer, tapi malah nggak dibales-bales? Atau udah dikasih promo menarik, tapi ujung-ujungnya cuma di-read doang? Nah, mungkin cara kamu follow up-nya yang belum pas. Padahal, lewat follow up yang tepat, peluang closing bisa naik berkali lipat, lho! Makanya penting banget tahu contoh follow up customer yang efektif, apalagi kalau kamu sering pakai WhatsApp buat jualan.
Dalam artikel ini, kita bakal bahas tuntas contoh kata-kata yang bisa kamu pakai, waktu terbaik buat follow up, sampai tips biar obrolanmu tetap sopan tapi nggak kaku. Yuk, simak sampai akhir biar kamu nggak salah langkah dalam membangun komunikasi dengan pelanggan!
Kenapa Follow Up Customer Itu Penting Banget?
Sebelum kita bahas contoh follow up customer, kamu perlu tahu dulu kenapa follow up itu nggak bisa dianggap sepele. Banyak penjual yang gagal closing bukan karena produknya jelek, tapi karena mereka nggak melakukan follow up dengan benar.
Follow up sebenarnya adalah cara kamu menjaga komunikasi dengan customer supaya mereka tetap ingat sama brand kamu. Dengan begitu, mereka lebih mungkin buat beli lagi, bahkan ngerekomendasiin produkmu ke orang lain.
Bayangin deh, kamu udah capek-capek iklan, udah dapet customer yang tertarik, tapi malah hilang gitu aja karena nggak di-follow up. Rugi banget, kan? Jadi, follow up itu bukan sekadar nanya “jadi beli nggak?” tapi gimana caranya biar hubungan sama customer tetap hangat dan nyaman.
5 Contoh Follow Up Customer Lewat WhatsApp yang Bisa Kamu Tiru
Biar makin kebayang, berikut ini beberapa contoh follow up customer yang bisa kamu pakai sesuai situasi. Semua contoh ini cocok banget buat kamu yang jualan online lewat WhatsApp.
1. Follow Up Setelah Barang Diterima
“Halo Kak Rani! Terima kasih udah belanja di toko kami. Barangnya udah sampai belum, Kak? Kalau ada kendala atau produk kurang sesuai, kabarin aja ya, biar langsung kami bantuin.”
Kalimat kayak gini bikin customer merasa diperhatikan. Selain itu, kamu juga nunjukin kalau pelayananmu nggak berhenti setelah transaksi selesai.
2. Follow Up Saat Barang Ready Stock Lagi
“Hai Kak Dita! Serum yang sempat Kakak incar udah ready lagi nih! Stoknya terbatas banget, takut kehabisan kayak kemarin. Mau kami bantu proses ordernya?”
Ini salah satu contoh follow up customer yang efektif buat bikin pembeli segera ambil tindakan. Nggak terlalu maksa, tapi tetap bikin penasaran.
3. Follow Up Buat Tagihan yang Belum Dibayar
“Selamat sore Kak Danu! Terima kasih udah order produk kami. Kami mau ngingetin kalau pembayaran untuk pesanan #X123 masih belum kami terima, ya. Bisa segera dilanjut biar barangnya langsung dikirim hari ini.”
Dengan nada sopan tapi tegas, kamu bisa dapetin kejelasan tanpa bikin customer merasa ditekan.
4. Follow Up Buat Minta Feedback
“Halo Kak Via! Makasih udah belanja di toko kami. Boleh dong kasih review singkat soal pengalaman Kakak pakai produknya? Feedback-nya penting banget buat kami biar makin improve!”
Selain buat evaluasi, pesan kayak gini bisa bantu kamu dapet testimoni positif buat promosi.
5. Follow Up Customer Lama
“Hai Kak Lala! Lama nggak chat, gimana kabarnya? Kami lagi ada promo spesial nih buat pelanggan setia. Produk favorit Kakak diskon 30%! Mau lihat katalognya?”
Kalimat kayak gini bisa banget bikin customer lama balik lagi belanja. Ramah, santai, tapi tetap jualan.

Waktu yang Tepat Buat Follow Up Customer
Nah, walaupun udah tahu contoh follow up customer yang bagus, percuma kalau kamu kirimnya di waktu yang salah. Bisa-bisa malah diabaikan karena timing-nya nggak pas. Jadi, perhatikan beberapa momen ideal berikut ini:
- Setelah Customer Checkout Tapi Belum Bayar
Biasanya, kirim follow up sekitar 20–24 jam setelah checkout itu pas banget. Customer masih ingat transaksinya dan belum terlalu lama.
- Setelah Barang Diterima
Waktu ini penting buat ngecek kepuasan pelanggan. Sekalian juga bisa kamu gunakan buat minta feedback atau ulasan.
- Beberapa Hari Setelah Penggunaan
Setelah 3–5 hari, kamu bisa follow up lagi buat nanya pengalaman mereka setelah pakai produkmu. Ini bisa memperkuat hubungan dan meningkatkan kepercayaan.
- Setelah Lama Nggak Transaksi
Kalau customer udah 2–3 bulan nggak beli, kirim pesan ramah yang bikin mereka tertarik lagi. Kamu bisa sisipin promo, info produk baru, atau ucapan spesial.
Intinya, jangan spam! Follow up cukup di momen yang strategis, biar customer merasa dihargai, bukan dikejar-kejar.
Baca Juga : Template PPT Laporan PKL SMK
Tips Biar Follow Up Customer Lewat WA Nggak Garing
Oke, kamu udah tahu contoh follow up customer, tapi gimana biar pesannya nggak terasa kaku atau malah bikin risih? Nih, beberapa tips yang bisa kamu praktikkan:
- Gunakan Nama Customer
Sapaan personal kayak “Hai Kak Rani” jauh lebih menarik daripada “Hai Customer”. Ini nunjukin kamu peduli dan bikin pesan terasa hangat.
- Gunakan Bahasa yang Sopan Tapi Natural
Jangan terlalu formal kayak surat dinas, tapi juga jangan kelewat santai. Campurin sedikit bahasa gaul biar tetap ringan, tapi sopan.
- Langsung ke Inti Pesan
Customer biasanya sibuk, jadi hindari basa-basi berlebihan. Setelah salam, langsung aja ke maksud pesanmu.
- Hindari Nada Memaksa
Jangan pakai kalimat kayak “Segera transfer ya!” atau “Kapan mau bayar?” — ini bisa bikin orang ilfeel. Ganti dengan kalimat yang lebih halus dan bersahabat.
- Selalu Tutup dengan Ucapan Terima Kasih
Ucapkan terima kasih setiap kali selesai chat, biar kesannya profesional dan menghargai waktu customer.
Kesalahan yang Sering Dilakuin Saat Follow Up Customer
Selain tahu contoh follow up customer yang benar, kamu juga perlu tahu kesalahan yang sering dilakukan biar bisa dihindari. Berikut ada beberapa kesalahan yang harus di hindari saat akan follow up customer:
- Chat Terlalu Panjang
Pesan panjang bikin orang malas baca. Buat kalimatmu singkat, jelas, tapi tetap ramah.
- Ngirim Chat di Jam Sibuk
Hindari follow up di jam kerja (08.00–17.00) atau jam istirahat malam. Kirim di jam santai seperti sore atau setelah maghrib.
- Lupa Menyimpan Data Customer
Kalau kamu nggak punya database, susah banget buat tahu kapan harus follow up. Jadi, pastikan kamu catat nomor, nama, dan riwayat pembelian customer.
- Nggak Punya Gaya Bahasa yang Konsisten
Setiap brand punya tone sendiri. Kalau kamu terlalu sering ganti gaya bahasa, customer bisa bingung dan ngerasa chatting sama orang lain.
- Nggak Evaluasi Hasil Follow Up
Coba perhatikan pesan mana yang paling sering dibalas. Dari situ kamu bisa tahu gaya follow up mana yang paling efektif buat bisnismu.
Nah, itu dia pembahasan lengkap soal contoh follow up customer lewat WhatsApp yang bisa kamu praktikkan langsung. Intinya, follow up bukan cuma soal jualan, tapi juga soal membangun hubungan yang baik dengan customer. Dengan bahasa yang sopan, waktu yang pas, dan pesan yang personal, peluang closing-mu bakal meningkat tajam.
Mulai sekarang, jangan biarkan calon pembeli cuma berhenti di tahap tanya-tanya aja. Coba terapkan contoh follow up customer yang udah kamu pelajari di atas, dan rasain sendiri hasilnya, siapa tahu, pesan singkatmu hari ini bisa jadi kunci penjualan besar besok!












