Contact Us WA Support

Cara Bikin Kata Kata Follow Up Penawaran yang Bikin Calon Klien Auto Balas!

Ahmad Syafaat

Kata Kata Follow Up Penawaran
Kata Kata Follow Up Penawaran

Kalau kamu lagi berjuang dapetin calon klien tapi sering banget email atau chat penawaranmu di-read doang, mungkin masalahnya bukan di produkmu, tapi di kata kata follow up penawaran yang kamu pakai.

Yup, bisa jadi caramu ngasih penawaran belum cukup menarik buat bikin mereka respon balik. Padahal, kata kata follow up penawaran yang tepat bisa banget bikin peluang closing makin gede, lho. Yuk, simak gimana caranya bikin follow up yang nggak kaku tapi tetap profesional!

MAILKETING

1. Pahami Dulu Esensi Kata Kata Follow Up Penawaran

Sebelum asal kirim email atau chat lanjutan, penting banget buat tahu apa sih esensi dari kata kata follow up penawaran. Intinya, follow up itu bukan sekadar “nanya kabar penawaran,” tapi cara halus buat ngingetin calon klien tentang solusi yang bisa kamu kasih lewat produk atau jasa kamu.

Jadi, jangan sampai kesannya kamu maksa atau nyerocos kayak robot ya. Gunakan bahasa yang santai, sopan, tapi tetap menunjukkan profesionalitas kamu. Misalnya, kalau kamu jual jasa desain, kamu bisa bilang:

Hai Kak, semoga harinya seru ya! Aku cuma mau pastiin apakah Kakak udah sempat lihat penawaran desain dari kami kemarin?

Simple, tapi terasa manusiawi dan sopan. Ingat, dalam kata-kata follow up penawaran, nada bicara itu segalanya. Kalau kamu terdengar terlalu jualan, bisa-bisa calon klien malah ilfeel duluan.

TOOLS EMAIL MARKETING TERBAIK

2. Bikin Tujuan Follow Up Kamu Jelas

Nah, sebelum nulis kata kata follow up penawaran, tanya dulu ke diri sendiri, “Aku mau calon klien ngapain setelah baca pesan ini?” Apakah kamu mau mereka balas pesan, konfirmasi meeting, atau langsung deal?

Misalnya, kamu pengen mereka kasih respon balik, maka kata-kata follow up penawaran kamu harus diarahkan ke situ. Contohnya:

Halo Kak, gimana kabarnya? Aku pengen tahu pendapat Kakak soal penawaran kemarin, apakah udah cocok sama kebutuhan Kakak?

Kalimat kayak gini nggak cuma sopan, tapi juga membuka ruang komunikasi. Jangan langsung “tembak” dengan kalimat kayak “Kapan mau order, Kak?” karena itu bisa terdengar agresif.

Kalau kamu punya batas waktu promo, baru deh kamu bisa tambahkan urgensi yang halus seperti:

Oh iya Kak, promonya masih berlaku sampai Jumat ini aja. Sayang banget kalau kelewatan, karena bisa hemat lumayan lho!”

Jadi, tetap sopan tapi ada tekanan halus buat mereka segera ambil keputusan.

BACA JUGA : 7 Produk Digital Terlaris di Lynk ID

3. Gunakan Bahasa yang Personal dan Nggak Kaku

Salah satu kesalahan terbesar dalam kata kata follow up penawaran adalah terlalu kaku dan formal. Apalagi kalau kamu nyasar ke generasi muda atau bisnis yang santai, gaya bahasa yang terlalu resmi malah bikin pesanmu terasa dingin. Kamu bisa pakai gaya bicara yang lebih natural. Misalnya, daripada nulis:

Dengan hormat, kami ingin menindaklanjuti penawaran sebelumnya yang telah kami kirimkan…

Ganti aja jadi:

Hai Kak, gimana? Aku mau follow up penawaran yang kemarin ya. Barangkali Kakak ada waktu buat ngobrolin lebih lanjut?

Lihat bedanya, versi kedua terasa lebih hangat dan bersahabat, tapi tetap sopan.
Selain itu, usahakan untuk sebut nama penerima biar terasa lebih personal. Misalnya, “Halo Kak Dinda,” bukan cuma “Halo Kak.” Hal sekecil itu bisa bikin mereka merasa diperhatikan dan lebih terbuka buat baca isi pesanmu sampai habis.

Kata Kata Follow Up Penawaran

4. Tambahkan Nilai dan Manfaat dalam Follow Up

Ingat, calon klien itu sibuk dan mungkin dapat banyak email penawaran. Jadi kalau kata kata follow up penawaran kamu cuma isinya “nanya kabar penawaran,” besar kemungkinan bakal diabaikan. Kamu harus kasih sesuatu yang valuable. Misalnya, kalau kamu jual layanan digital marketing, kamu bisa sisipkan insight kecil kayak:

By the way Kak, aku liat bisnis Kakak lagi aktif banget di Instagram. Aku punya ide campaign yang bisa bantu naikin engagement lho. Mau aku share contoh idenya?

Boom! Seketika pesan kamu jadi lebih menarik karena kamu kasih value. Follow up kayak gini nggak sekadar ngingetin penawaran, tapi juga menunjukkan kamu benar-benar peduli dan ngerti kebutuhan calon klien. Selain itu, tambahkan CTA (call to action) yang jelas dan ringan, misalnya:

Kalau Kak Dinda sempat, bisa balas pesan ini aja ya biar aku bantu kirimkan detailnya 😊.”

Kalimat sederhana kayak gitu bisa mendorong mereka buat respon tanpa merasa ditekan.

5. Timing Itu Kunci, Jangan Over Follow Up!

Kamu harus tahu kapan waktu terbaik buat kirim kata kata follow up penawaran. Jangan terlalu cepat, tapi juga jangan terlalu lama. Idealnya, kirim follow up pertama 2-3 hari setelah penawaran dikirim. Kalau belum ada respon, tunggu seminggu buat kirim follow up kedua. Tapi jangan spam ya! Karena kalau terlalu sering, calon klien bisa ngerasa terganggu. Kamu bisa pakai pola kayak gini:

  • Follow up 1: 2-3 hari setelah penawaran
  • Follow up 2: 5-7 hari setelah follow up pertama
  • Follow up 3: 10-14 hari kemudian (opsional)

Contohnya, follow up kedua bisa kamu tulis seperti ini:

Halo Kak, aku mau pastiin aja apakah Kakak masih tertarik sama penawaran kami yang kemarin? Kalau masih, aku siap bantu kapan aja 😊.

Dan kalau udah follow up tiga kali tapi tetap nggak ada respon, lebih baik stop dulu. Fokus ke calon klien lain, biar energi kamu nggak kebuang percuma.

TOOLS EMAIL MARKETING TERBAIK

6. Contoh Kata Kata Follow Up Penawaran yang Bisa Kamu Coba

Biar makin gampang, nih beberapa contoh kata kata follow up penawaran yang bisa kamu pakai tergantung situasi:

1. Setelah kirim penawaran pertama

Hai Kak, aku mau pastiin apakah Kakak udah sempat lihat penawaran dari kami kemarin? Kalau ada yang mau ditanyain, feel free ya Kak!”

2. Kalau belum ada respon

Halo Kak, mungkin kemarin sempat sibuk jadi belum sempat baca email dari aku. Penawaran kami masih berlaku sampai minggu ini lho, bisa banget kalau mau aku bantu jelaskan lebih lanjut.”

3. Kalau udah ada respon positif

“Senang banget Kak udah tertarik sama produk kami! Biar prosesnya cepet, aku kirim link pemesanan ya. Nanti aku bantuin step-nya.”

4. Setelah meeting atau presentasi

Makasih banget Kak udah luangin waktu buat dengerin presentasi kemarin. Aku harap penjelasan aku cukup jelas, tapi kalau masih ada yang mau ditanya, tinggal chat aja ya 😊.”

Contoh-contoh di atas bisa kamu ubah sesuai dengan gaya komunikasi bisnismu. Yang penting, tetap jaga nada ramah, sopan, dan profesional.

MAILKETING

Jadikan Follow Up Sebagai Strategi, Bukan Sekadar Formalitas

Di dunia bisnis, follow up itu ibarat langkah terakhir yang menentukan. Kadang bukan produk terbaik yang menang, tapi siapa yang paling konsisten dan punya pendekatan tepat lewat kata kata follow up penawaran yang menarik.

Jadi mulai sekarang, jangan anggap follow up itu sekadar formalitas. Gunakan kesempatan itu buat nunjukin bahwa kamu benar-benar peduli sama calon klien. Karena pada akhirnya, orang nggak cuma beli produk, tapi juga percaya sama orang di baliknya.

Dengan memilih kata kata follow up penawaran yang tepat, hangat, sopan, dan penuh nilai, kamu nggak cuma dapetin respon cepat, tapi juga bisa bangun hubungan jangka panjang yang lebih kuat sama klien. Jadi, yuk ubah gaya follow up kamu mulai hari ini dan rasakan bedanya!

Bagikan:

Related Post

Diskon hingga 75% hanya hari ini!

Kuasai hardskill, softskill di era canggih sekarang ini dan dapatkan bimbingan karier terlengkap untuk menjadi talenta digital yang siap kerja.

Lihat Katalog Sekarang