Contact Us WA Support

Cara Follow Up Sponsor Biar Nggak Di-Ghosting, Dijamin Lebih Efektif!

Ahmad Syafaat

Cara Follow Up Sponsor
Cara Follow Up Sponsor

Pernah ngerasa deg-degan pas udah kirim proposal ke sponsor tapi nggak dapet kabar balasan? Atau malah udah follow up berkali-kali tapi ujung-ujungnya di-read doang? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang yang masih bingung soal cara follow up sponsor yang benar.

Padahal, follow up itu penting banget buat nunjukin profesionalitas kamu dan memastikan proposal yang kamu kirim nggak tenggelam begitu aja. Nah, biar usaha kamu nggak sia-sia, yuk kita bahas tuntas tentang cara follow up sponsor dengan gaya yang elegan, sopan, tapi tetap ngena di hati calon sponsor, melalui penjelasan di bawah ini!

MAILKETING

1. Pahami Dulu Posisi Sponsor Sebelum Follow Up

Sebelum buru-buru nge-chat atau kirim email, kamu harus paham dulu siapa yang bakal kamu follow up. Ini penting banget karena nggak semua sponsor punya karakter yang sama. Dalam dunia sponsorship, biasanya calon sponsor dibagi jadi tiga tipe: cold, warm, dan hot sponsor.

Cold sponsor itu mereka yang belum kenal sama kamu atau belum tahu sama sekali soal event atau brand kamu. Jadi, kalau kamu langsung nyerang dengan kalimat “kapan bisa kerja sama nih, Pak?”, dijamin mereka bakal ilfeel.

Di tahap ini, cara follow up sponsor yang paling tepat adalah dengan memperkenalkan diri, menjelaskan manfaat kerja sama, dan jangan langsung ngebet minta keputusan.

Warm sponsor itu beda lagi. Mereka udah pernah dengar atau bahkan udah kerja sama sebelumnya. Jadi kamu bisa lebih santai dan personal dalam menghubungi mereka. Sedangkan hot sponsor adalah pihak yang udah tahu kualitas kamu dan tinggal nunggu waktu buat ngasih lampu hijau. Nah, buat tipe ini, kamu bisa langsung follow up dengan nada yang lebih yakin dan to the point.

Intinya, pahami dulu siapa lawan bicaramu sebelum memutuskan gaya follow up yang kamu gunakan. Karena percuma kalau kamu udah niat banget tapi cara penyampaianmu nggak nyambung sama karakter sponsornya.

Cara Follow Up Sponsor

2. Gunakan Bahasa yang Elegan dan Nggak Terlalu Memaksa

Banyak orang yang gagal dapetin sponsor bukan karena proposalnya jelek, tapi karena cara ngomongnya salah. Dalam dunia profesional, cara ngomong itu bisa menentukan hasil akhir. Nah, kuncinya di sini adalah cara follow up sponsor yang elegan, bukan yang bikin orang merasa kamu lagi ngemis dana. Coba deh pakai kalimat yang sopan tapi tetap ramah. Misalnya:

Selamat pagi, Pak. Semoga perusahaan Bapak makin sukses dan berkembang. Kami ingin melanjutkan komunikasi terkait proposal kerja sama yang sudah kami kirim minggu lalu. Semoga bisa jadi peluang baik buat kita berdua.”

Lihat kan? Nada kalimatnya tetap positif, sopan, dan nggak maksa. Hindari kata-kata kayak “tolong banget, Pak, bantu kami ya…” karena itu terkesan kurang profesional.

Sponsor biasanya lebih suka sama orang yang punya attitude percaya diri dan bisa memberikan nilai tambah, bukan yang keliatan terlalu butuh. Ingat, cara follow up sponsor itu bukan soal seberapa sering kamu menghubungi, tapi seberapa berkualitas komunikasi yang kamu lakukan.

TOOLS EMAIL MARKETING TERBAIK

3. Gunakan Sindiran Halus Kalau Belum Direspons

Kadang, udah seminggu follow up tapi belum juga dapet jawaban, padahal kamu udah ngirim proposal dengan rapi. Nah, di sinilah seni cara follow up sponsor diuji. Daripada ngeluh atau nanya terus, kamu bisa pakai strategi sindiran halus yang tetap sopan dan profesional. Contohnya begini:

Banyak orang sukses yang saya kenal selalu gerak cepat saat ada peluang datang, karena mereka tahu kesempatan nggak datang dua kali. Semoga kerja sama ini juga bisa jadi langkah baik untuk perusahaan Bapak/Ibu.”

Kalimat seperti itu terdengar bijak, elegan, tapi tetap punya dorongan halus supaya sponsor segera mengambil tindakan. Trik kayak gini sering berhasil karena kamu nggak memaksa, tapi juga nggak pasif.

Kamu memberi sinyal bahwa kerja sama ini penting tanpa terkesan mendesak. Tapi ingat ya, jangan keseringan pakai gaya sindiran. Gunakan seperlunya, dan sesuaikan dengan karakter sponsornya. Kalau terlalu sering, nanti malah dianggap agresif.

Baca Juga : Template PPT Laporan PKL SMK

4. Pilih Waktu Follow Up yang Tepat

Timing itu segalanya. Salah waktu bisa bikin pesan kamu tenggelam di antara ribuan email lain. Nah, cara follow up sponsor yang benar adalah dengan memperhatikan waktu pengiriman pesan. Jangan kirim email tengah malam atau di jam sibuk kerja.

Waktu terbaik biasanya pagi hari antara jam 08.00 – 10.00, atau sore sekitar jam 16.00 – 17.00. Di jam-jam itu, orang biasanya udah nggak terlalu hectic dan bisa baca pesan dengan tenang. Kamu juga bisa menambahkan kalimat seperti:

Mohon izin ya, Pak. Nanti sore atau besok pagi saya akan hubungi lagi setelah Bapak sempat membaca proposal kami. Terima kasih atas waktunya.

Kalimat seperti ini sopan dan menunjukkan kamu menghargai waktu mereka. Selain itu, jangan terlalu sering follow up dalam waktu dekat. Beri jeda 2–3 hari sebelum mengirim pesan berikutnya. Kalau kamu terus ngejar tiap hari, bisa-bisa kamu malah dianggap spammer, bukan calon rekan kerja yang profesional.

5. Bangun Hubungan Jangka Panjang dengan Sponsor

Follow up bukan cuma soal dapetin sponsor untuk satu event aja, tapi juga soal membangun relasi jangka panjang. Nah, cara follow up sponsor yang efektif adalah dengan tetap menjaga komunikasi bahkan setelah kerja sama selesai.

Misalnya, setelah event selesai, kamu bisa kirim pesan ucapan terima kasih, atau kirim laporan hasil kerja sama yang menunjukkan dampak positif dari sponsorship mereka. Contohnya:

Terima kasih banyak atas dukungan Bapak/Ibu dalam acara kami kemarin. Karena dukungan dari perusahaan Bapak/Ibu, acara kami berjalan sukses dan menjangkau lebih dari 1.000 peserta. Semoga kerja sama ini bisa berlanjut di event selanjutnya.”

Dengan begini, sponsor akan merasa dihargai dan kemungkinan besar akan kembali mendukung kamu di masa depan. Jangan lupa juga buat tetap update mereka tentang kegiatan kamu, misalnya lewat newsletter atau postingan di media sosial.

Hubungan yang baik dengan sponsor bisa jadi investasi besar buat masa depan karier kamu. Jadi jangan cuma fokus pada satu proposal, tapi pikirkan juga bagaimana membangun kepercayaan jangka panjang.

MAILKETING

Rahasia Sukses Ada di Konsistensi

Dari semua penjelasan di atas, intinya cara follow up sponsor yang efektif adalah kombinasi antara waktu yang tepat, bahasa yang elegan, dan sikap profesional yang konsisten. Nggak ada rumus instan buat dapetin sponsor, tapi dengan strategi yang tepat, peluang kamu buat berhasil bakal jauh lebih besar.

Ingat, sponsor juga manusia. Mereka bisa ngerasain mana yang tulus, mana yang cuma pengen keuntungan sepihak. Jadi, tetaplah sabar, sopan, dan jangan gampang nyerah. Kadang, hasil besar datang dari satu follow up kecil yang dilakukan dengan cara yang benar.

Mulai sekarang, ubah cara kamu berkomunikasi, dan jadikan cara follow up sponsor ini sebagai senjata ampuh buat bikin sponsor tertarik kerja sama sama kamu. Selamat mencoba, dan semoga kali ini nggak di-ghosting lagi, ya!

Bagikan:

Related Post

Diskon hingga 75% hanya hari ini!

Kuasai hardskill, softskill di era canggih sekarang ini dan dapatkan bimbingan karier terlengkap untuk menjadi talenta digital yang siap kerja.

Lihat Katalog Sekarang