Contact Us WA Support

Ini Dia Beberapa 5 Risiko Investasi Digital Pemula yang Wajib kamu Tahu!

Ahmad Syafaat

Risiko Investasi Digital Pemula
Risiko Investasi Digital Pemula

Investasi digital sekarang udah jadi tren banget. Dari saham online, reksa dana, crypto, sampai fintech lending, semua bisa diakses cuma dari hape kamu. Tapi, sebelum kamu masuk dunia investasi digital, penting banget buat ngerti risiko investasi digital pemula. Banyak orang ngeliat investasi ini kayak gampang cuan cepet, padahal kenyataannya enggak segampang itu.

Modal bisa melayang dalam sekejap kalau kamu enggak paham cara mainnya. Makanya, sebelum mulai, banyak investor pemula sekarang mulai cari referensi dan insight dari platform edukasi finansial kayak Duitorium biar nggak asal masuk pasar.

Kamu harus sadar kalau investasi itu gak ada yang 100% aman lho, apalagi buat pemula. Risiko tuh bisa datang dari banyak hal, dari pasar yang fluktuatif sampai penipuan digital.

Makanya, kamu kudu ngerti jenis-jenis risiko investasi digital pemula yang mungkin kamu hadapi biar enggak kaget. Yuk, kita kulik satu per satu biar kamu bisa lebih siap.

DOWNLOAD EBOOK DUITORIUM

Risiko Investasi Digital Pemula

5 Jenis-Jenis Risiko Investasi

Sebelum kamu ngegas investasi, kamu kudu ngerti dulu bahwa semua kegiatan finansial, termasuk digital, punya risiko. Nggak bisa kamu harap cuan terus tanpa mikirin kemungkinan rugi. Berikut beberapa jenis risiko investasi digital pemula yang paling sering ditemuin:

1. Risiko Pasar

Nah ini yang paling sering bikin newbie panik! Risiko pasar tuh muncul karena nilai investasi bisa naik-turun nggak karuan tergantung kondisi pasar. Contohnya, suku bunga berubah, kebijakan pemerintah baru, atau ekonomi global lagi goyah, bisa bikin harga saham, reksa dana, atau crypto kamu jungkir balik.

Makanya, diversifikasi itu penting. Jangan taruh semua dana di satu aset. Banyak edukasi investasi juga menekankan hal ini, termasuk yang sering dibahas di Duitorium, supaya risiko bisa lebih kebagi dan nggak bikin jantungan.

Contoh risiko investasi digital pemula ini gampang banget keliatan di pasar saham sama crypto. Kadang kamu liat harga cuan gila-gilaan, eh besoknya anjlok parah. Makanya penting banget buat kamu diversifikasi portofolio, jadi kalau satu aset jeblok, aset yang lain masih bisa nutupin kerugian kamu.

DOWNLOAD EBOOK DUITORIUM

2. Risiko Kredit

Ini biasanya muncul kalau kamu ngasih duit ke orang lain atau pihak ketiga, misal lewat obligasi atau pinjaman P2P. Risiko kredit bakal terjadi kalau pihak yang kamu biayain nggak bisa bayar utangnya, alias default.

Contoh risiko investasi pada bank juga termasuk risiko kredit, lho. Misalnya kamu simpen duit di deposito atau tabungan berjangka, terus tiba-tiba banknya bermasalah, bisa-bisa modal atau cuan kamu ikut ilang.

Buat bank syariah, contoh risiko investasi pada bank syariah biasanya lebih aman karena sistem bagi hasil, tapi tetep ada risiko kalau proyek yang dibiayai gagal atau macet bayar.

3. Risiko Likuiditas

Risiko investasi digital pemula ini berkaitan sama kemampuan kamu buat ngejual aset dengan cepat tanpa rugi besar. Beberapa investasi digital mungkin gampang dicairkan, kayak saham atau reksa dana online, tapi ada juga yang ribet, kayak properti digital atau aset NFT yang lagi sepi pembeli.

Kalau kamu enggak perhatiin likuiditas, bisa aja kamu butuh duit cepat tapi aset kamu nggak laku dijual, akhirnya harus jual murah dan rugi. Jadi sebelum masukin modal, cek dulu seberapa gampang kamu bisa keluar dari investasi itu kapan aja.

4. Risiko Inflasi

Inflasi itu kayak musuh tersembunyi buat investor pemula. Bayangin aja, kalau inflasi tinggi tapi return investasi kamu rendah, daya beli duit kamu bakal turun. Misalnya kamu invest di deposito yang bunganya 3% per tahun, tapi inflasi 5%, berarti modal kamu secara riil berkurang.

Cara ngatasin risiko investasi digital pemula ini gampang-gampang susah. Kamu harus cari instrumen investasi yang punya potensi return lebih tinggi dari inflasi, misalnya saham, reksa dana saham, atau obligasi dengan yield tinggi.

5. Risiko Politik

Risiko politik kadang luput dari perhatian pemula, padahal bisa ngefek ke semua jenis investasi. Perubahan kebijakan pemerintah, pajak baru, atau hukum yang berubah bisa bikin harga aset digital kamu naik turun.

Kalau kamu investasi di aset yang tergantung kebijakan pemerintah, misal saham BUMN atau proyek fintech tertentu, penting buat kamu pantengin berita dan perkembangan politik supaya kamu enggak kaget kalau ada perubahan drastis.

Contoh Risiko Investasi yang Sering Terjadi

Biar lebih gampang kebayang, kita bahas beberapa contoh risiko investasi digital pemula yang umum terjadi:

  1. Saham Online: Harga saham bisa turun tajam karena sentimen pasar atau laporan keuangan perusahaan yang jelek.
  2. Crypto: Volatilitas super tinggi, bisa naik ratusan persen sehari tapi bisa turun sama drastisnya.
  3. Reksa Dana: Return fluktuatif tergantung performa aset dasar, misal saham atau obligasi.
  4. P2P Lending: Bisa gagal bayar karena borrower macet bayar pinjaman.

Kalau kamu perhatiin, semua contoh risiko investasi digital pemula ini berpotensi bikin modal hilang kalau kamu enggak paham cara ngatur risiko.

Risiko Investasi Digital Pemula

Tips Meminimalisir Risiko Investasi Digital Pemula

Nah, setelah ngerti berbagai jenis risiko investasi digital pemula, sekarang saatnya kamu belajar gimana cara ngurangin potensi rugi. Berikut tips yang bisa kamu terapin:

1. Alokasikan Dana ke Berbagai Instrumen

Prinsip dasarnya, jangan taruh semua modal kamu di satu keranjang. Misal kamu punya modal 10 juta, bagi ke saham 4 juta, reksa dana 3 juta, dan crypto 3 juta. Dengan cara ini, kalau salah satu jatuh, yang lain masih bisa nutupin kerugian.

2. Lakukan Riset Mendalam

Jangan cuma ikut tren doang. Pahami dulu instrumen yang kamu pilih, kondisi pasar, dan tren industri.

Misalnya, sebelum beli crypto, kamu harus tau token itu buat apa, tim pengembangnya siapa, dan potensi proyeknya ke depan. Pengetahuan itu bisa bikin kamu ambil keputusan lebih cerdas.

3. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Setiap orang punya toleransi risiko berbeda. Kamu harus tau seberapa besar kamu sanggup rugi tanpa panik. Jangan asal ikut teman atau influencer. Sesuaikan jenis investasi dengan tujuan finansial kamu, misal buat jangka pendek atau jangka panjang.

4. Pilih Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang biasanya lebih stabil dan bisa bikin kamu cuan lebih besar. Harga saham bisa naik turun tiap hari, tapi kalau kamu tahan lama, peluang cuan meningkat. Hal yang sama berlaku buat reksa dana saham atau obligasi.

5. Gunakan Manajemen Risiko

Kamu bisa pakai strategi stop-loss untuk batasi kerugian, atau diversifikasi aset supaya risiko lebih terkendali. Tentuin batas risiko yang kamu bisa terima sebelum mulai investasi, biar nggak panik waktu pasar goyah.

6. Ikuti Perkembangan Pasar

Pantau terus berita finansial, perkembangan perusahaan, dan tren industri. Informasi ini penting buat ambil keputusan cepat kalau terjadi perubahan signifikan di pasar.

7. Konsultasi dengan Penasehat Keuangan

Kalau kamu masih bingung, jangan sungkan buat konsultasi sama penasehat keuangan. Mereka bisa kasih insight yang lebih spesifik sesuai kondisi keuangan dan tujuan kamu.

Risiko Investasi Digital Pemula di Bank dan Bank Syariah

Selain platform digital murni, banyak newbie juga mulai nyemplung investasi lewat bank atau bank syariah. Nah, di sini kamu juga kudu ngerti contoh risiko investasi pada bank sama contoh risiko investasi pada bank syariah:

  • Bank Konvensional: Risiko kredit muncul kalo nasabah gagal bayar, risiko likuiditas kalo kamu narik duit gede-gedean, terus risiko pasar kalo bunga tiba-tiba jeblok.
  • Bank Syariah: Risiko sih lebih chill karena pake sistem bagi hasil, tapi tetep ada kemungkinan proyek gagal atau bank lagi ribet masalah likuiditas.

Pokoknya, investasi digital itu nggak cuma di crypto atau P2P aja, bisa juga lewat produk bank online. Risiko tetep ada, tapi kalo kamu ngerti jenisnya dan cara nge-handle-nya, semuanya bisa lebih aman dan nggak bikin modal kamu melt begitu aja.

Kalau kamu ngerti semua ini, setidaknya kamu enggak bakal masuk dunia investasi digital cuma ikut tren doang. Risiko investasi digital pemula itu nyata dan bisa bikin modal kamu hilang kalau enggak hati-hati.

Tapi dengan pengetahuan yang cukup, strategi yang tepat, dan sumber edukasi terpercaya seperti Duitorium, peluang buat investasi lebih aman dan terarah jelas lebih besar. Pengetahuan dan strategi adalah kunci biar investasi kamu lebih aman dan peluang cuan tetap ada.

Risiko Investasi Digital Pemula

DOWNLOAD EBOOK DUITORIUM

Bagikan:

Tags

Related Post

Diskon hingga 75% hanya hari ini!

Kuasai hardskill, softskill di era canggih sekarang ini dan dapatkan bimbingan karier terlengkap untuk menjadi talenta digital yang siap kerja.

Lihat Katalog Sekarang